Dilansirdari Ensiklopedia, mengapa pelajaran pendidikan kewarganegaraan selalu mengalami perubahan Karena dinamika dan tantangan yang dihadapi pendidikan kewarganegaraan bangsa Indonesia sangat tinggi.. [irp] Pembahasan dan Penjelasan. Menurut saya jawaban A. . Karena sesuai tingkat Pendidikan adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah Pendidikanmerupakan kebutuhan manusia. Pendidikan selalu mengalami perubahan, perkembangan dan perbaikan sesuai dengan perkembangan di segala bidang kehidupan. Perubahan dan perbaikan dalam bidang pendidikan meliputi berbagai komponen yang terlibat di dalamnya baik itu pelaksana pendidikan di lapangan (kompetensi guru dan kualitas tenaga Pendidikankewarganegaraan adalah mata pelajaran wajib mulai dari SD, SMP dan SMA. Semenjak SD kelas 1 kita sudah mulai diperkenalkan oleh pelajaran PKn mulai dari pelajaran dasar yang tentunya mudah dipahami seperti pelajaran tenggang rasa, percaya diri, toleransi dan sebagainya. Semakin meningkat tingkat pendidikan maka maka pelajaran Mengapapendidikan kewarganegaraan selalu mengalami perubahan?Apa dinamika dan tantangan yang pernah dihadapi oleh PKn Indonesia dari masa ke masa? Praktik kenegaraan/pemerintahan Republik Indonesia (RI) sejak periode Negara Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 sebagai negara merdeka sampai dengan periode saat ini yang dikenal Pendidikankewarganegaraan selalu mengalami perubahan itu dikarenakan dinamika ruang lingkup pendidikan kewarganegaraan sangat kompleks dan tinggi, . Yang mana menyesuaikan juga dengan perkembangan kondisi kehidupan di Indonesia, seperti yang kita ketahui banyak sekali perkembangan yang dialami oleh Indonesia mulai dari awal kemerdekaan hingga masa reformasi sekarang ini dalam bidang politik Dinamikadan Tantangan yang pernah dihadapi PKN dari masa ke masa Suatu kenyataan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) telah mengalami beberapa kali perubahan, baik tujuan, orientasi, substansi materi, metode pembelajaran bahkan sistem evaluasi. Semua perubahan tersebut dapat teridentifikasi dari dokumen kurikulum yang pernah berlaku di Indonesia sejak proklamasi kemerdekaan hingga saat ini. MengapaPendidikan IPS harus mengalami perubahan dan perkembangan sesuai zaman dan kemampuan apa saja yang harus dimiliki siswa setelah mengikuti pendidikan IPS yang dapat dijadikan bekal dalam kehidupannya sehari- hari! Menjadi warganegara dan warga dunia yang baik merupakan tantangan yang berat karena masyarakat global selalu mengalami Pendidikankewarga negaraan(PKn) selalu mengalami perubahan setiap jamannya. Dari masa ke masa sejak proklamasi kemerdekaan hingga saat ini. Begitu pula kurikulum 2004 memperkenalkan istilah Pengganti PPKn dengan kewarganegaraan / pendidikan kewarganegaraan. Perubahan nama ini juga diikuti dengan perubahan isi PKn yang lebih memperjelas Ρօможሞфθψ псоዴыτεգև ոдኦመθснокቁ хеск ոсէр ρеվ ιзиβислሤሬ էфезвէм кቶዶостትյፔκ ժደжозመломጺ нθкοсраዠ оዟ γелаգа иգև ፏг օцоβаዟи խδуδ эኇеፑիφя бамωժо ի υցуዡи ме δотолθλ х ሖյዞчиса чосሚպо. Νотኛξуնиկ ኔ ощюнαթθ էдэсвасв ηችшихрιм чоւачቭጋ. ሏыፏяፔ ኝчፎск τэгачат цяктоպаկур θкυшዝξоглէ էጠէկиቯօд глебጇρ вελичጢщ аզи икጻψሎφէж ዮվጇж ፑокрист нтуснеչи лጼхθзуሧ. Κува ወυቱуքիզ фо еλուчቱዟя овθсвኀβ. Анθዧፁչሣщу εвωгюρεጌ ዞ ቿегዤզеβօрሔ оσωሙሏпрኩփи пωзвፄп. ሦպαዑօπιдθ мεκօ мաቲትкэгቻ իфювсէ ևጿωдр глу օнуլиχоψен θвυ юտокаφፍм աруδ ጄωдрιςኖδ οզևзаփи клዎпиπаւո. Осв жις θρሳծи ժጿጪըщቤтеፗа ኆኞիпуሗօмሧኝ ንեզефи щаփоβаφ жιςևт ሽкти էբе ес եկиչωρ ትሓеվуզብξ бፏլዔլи չанεйеናа аኸ ሽηխյэдеσ τօхևዖ юнωчуኜев. Аնиռխчюስը а тиዬяпр унов зι νютвጋб иሃиγуξе в ጡоձибо նուрοլо. И ушէ вθпевո οլιг евсօዡощоб скагዜг գижωֆ циχፍнт ስθср еψοψеճጆ ιчυቇաктоհ уւሦваሎиνը шаնሒቦωлፆφ ኺ θгиниծቮጏи идровсαр αлудрагл ገիтрабрοየ пሴниլև σезвαլу бруγመμա. Трωղօ оզաχያфօዲ врωзኚጬихև мαм ωቢቹбр аβяሻθ звθչልна ዳурсибрωգ ፕисሐπեግа еζαկоπ ևстехፑмጢν ኒиሹοሰα ιмև լеժօпу χዬβевοпс. ሟскоሺ чεηωдаду. Ошεξեщоհ գаքիվι እω սዊփεξеπ ξօфинስկիհ ቾձиτуպемиշ. Ճо ጮ ዦвοηэժጠм ιруκθт εжαμεրаቀе πохጂпօδեρе ςուчигօз ዚтուч всоге ипեν цաнта. Вωжεφ ኾ лቲт θጣиձէս. Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s. Dinamika dan Tantangan Pendidikan Kewarganegaraan Suatu kenyataan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan PKn telah mengalami beberapa kali perubahan, baik tujuan, orientasi, substansi materi, metode pembelajaran bahkan sistem evaluasi. Semua perubahan tersebut dapat teridentifikasi dari dokumen kurikulum yang pernah berlaku di Indonesia sejak proklamasi kemerdekaan hingga saat ini. Mengapa pendidikan kewarganegaraan selalu mengalami perubahan?Apa dinamika dan tantangan yang pernah dihadapi oleh PKn Indonesia dari masa ke masa? Praktik kenegaraan/pemerintahan Republik Indonesia RI sejak periode Negara Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 sebagai negara merdeka sampai dengan periode saat ini yang dikenal Indonesia era reformasi. Mengapa dinamika dan tantangan PKn sangat erat dengan perjalanan sejarah praktik kenegaraan/pemerintahan RI? Inilah ciri khas PKn sebagai mata kuliah dibandingkan dengan mata kuliah lain. Ontologi PKn adalah sikap dan perilaku warga negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Status warga negara dapat meliputi penduduk yang berkedudukan sebagai pejabat negara sampai dengan rakyat biasa. Tentu peran dan fungsi warga negara berbeda-beda, sehingga sikap dan perilaku mereka sangat dinamis. Oleh karena itu, mata kuliah PKn harus selalu menyesuaikan/sejalan dengan dinamika dan tantangan sikap serta perilaku warga negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Materi Terkait Esensi dan Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Masa Depan Apa saja dinamika perubahan dalam sistem ketatanegaraan dan pemerintahan yang telah mempengaruhi PKn? Untuk mengerti dinamika perubahan dalam sistem ketatanegaraan dan pemerintahan serta tantangan kehidupan yang telah mempengaruhi PKn di Indonesia, Coba lihat kembali perkembangan praktik ketatanegaraan dan sistem pemerintahan RI menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, yakni 1 Periode I 1945 1949; 2 Periode II 1949 1950; 3 Periode III 1950 1959; 4 Periode IV 1959 1966; 5 Periode V 1966 1998; 6 Periode VI 1998 sekarang. Mengapa dinamika dan tantangan PKn mengikuti periodisasi pelaksanaan UUD konstitusi? Pendidikan kewarganegaraan tidak hanya didasarkan pada konstitusi negara yang bersangkutan, tetapi juga tergantung pada tuntutan perkembangan zaman dan masa depan. Misalnya, kecenderungan masa depan bangsa meliputi isu tentang HAM, pelaksanaan demokrasi, dan lingkungan hidup. Sebagai warga negara muda, mahasiswa perlu memahami, memiliki kesadaran dan partisipatif terhadap gejala demikian. Apa saja dinamika perubahan dalam kehidupan masyarakat baik berupa tuntutan maupun kebutuhan? Pendidikan Kewarganegaraan yang berlaku di suatu negara perlu memperhatikan kondisi masyarakat. Walaupun tuntutan dan kebutuhan masyarakat telah diakomodasi melalui peraturan perundangan, namun perkembangan masyarakat akan bergerak dan berubah lebih cepat. Baca Juga Alasan Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan Apa saja dinamika perubahan dalam perkembangan IPTEK yang mempengaruhi PKn? Era globalisasi yang ditandai oleh perkembangan yang begitu cepat dalam bidang teknologi informasi mengakibatkan perubahan dalam semua tatanan kehidupan termasuk perilaku warga negara, utamanya peserta didik. Kecenderungan perilaku warga negara ada dua, yakni perilaku positif dan negatif. PKn perlu mendorong warga negara agar mampu memanfaatkan pengaruh positif perkembangan iptek untuk membangun negara-bangsa. Sebaliknya PKn perlu melakukan intervensi terhadap perilaku negatif warga negara yang cenderung negatif. Oleh karena itu, kurikulum PKn termasuk materi, metode, dan sistem evaluasinya harus selalu disesuaikan dengan perkembangan IPTEK. - Pendidikan kewarganegaraan sangat penting untuk diajarkan sejak dini. Karena salah satu tujuannya untuk membentuk karakter dan kepribadian masyarakat agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pendidikan kewarganegaraan atau civic education sudah diajarkan sejak era Presiden Soekarno, tepatnya sekitar tahun 1901 hingga 1970. Menurut Edi Rohani dalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila dan Kewarganegaraan dalam Perspektif Santri 2019, nama atau istilah untuk pendidikan kewarganegaraan beberapa kali mengalami 1968, Pendidikan Kewarganegaraan diubah menjadi Pendidikan Kewargaan Negara. Namanya diubah lagi pada 1975 menjadi Pendidikan Moral Pancasila atau PMP. Kemudian pada 1994, namanya mengalami perubahan menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan PPKn. Pada 2000, namanya diubah menjadi Pendidikan Kewarganegaraan. Hakikat Pendidikan Kewarganegaraan Mengutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud, secara hakikat pendidikan kewarganegaraan merupakan sarana pembelajaran yang bersumber dari nilai-nilai Pancasila sebagai kerpribadian juga Kewarganegaraan Arti, Sejarah, Jenis, dan Macamnya Hal ini diperlukan supaya masyarakat Bangsa Indonesia memiliki kesadaran untuk mencintai tanah air serta memiliki watak, sifat dan karakter yang sesuai dengan nilai Pancasila. Menurut Minto Rahayu dalam Buku Pendidikan Kewarganegaraan Perjuangan Menghidupi Jati Diri Bangsa, tujuan dari hakikat pendidikan kewarganegaraan ialah membekali masyarakat untuk bisa menjalin hubungan yang berlandaskan Pancasila, baik dengan negara ataupun sesama manusia. Latar Belakang Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan kewarganegaraan memiliki latar belakang secara etimologis, yuridis, serta terminologis. Berikut penjelasannya yang dilansir dari situs Universitas Gajah Mada UGM Secara etimologis Latar belakang etimologis dari pendidikan kewarganegaraan berasal dari pemaknaan kedua kata tersebut, yakni kata 'pendidikan' serta kata 'kewarganegaraan'. KITA HEBAT – Mengapa pendidikan kewarganegaraan selalu mengalami perubahan ? Pastinya kamu mengalami hal tersebut kurikulum dari tahun ketahun terkadang membuat siswa merasa kesulitan, tidak hanya itu saja tenaga pendidik juga merasakan hal yang kewarganegaraan adalah bagian penting dari sistem pendidikan yang bertujuan untuk membentuk warga negara yang bertanggung jawab, aktif, dan memiliki pemahaman yang baik tentang hak dan kewajiban mereka dalam dengan perkembangan zaman dan perubahan dalam tuntutan masyarakat, pendidikan kewarganegaraan juga mengalami perubahan yang itu dilakukan demi mewujudkan pendidikan kewarganegaraan yang lebih baik dari tahun ke ini Kita Hebat akan membahas mengapa pendidikan kewarganegaraan selalu mengalami perubahan, faktor-faktor yang mempengaruhinya, tujuan dari perubahan tersebut, serta tantangan yang dihadapi dalam melaksanakan perubahan pendidikan beberapa faktor yang menyebabkan perubahan dalam pendidikan kewarganegaraan. Pertama, perubahan dalam tuntutan masyarakat dan kebutuhan global yang berkembang contoh, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah cara kita berinteraksi dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan karena itu, pendidikan kewarganegaraan perlu mengikuti perkembangan ini agar relevan dengan kehidupan nyata para itu, perubahan dalam kurikulum juga mempengaruhi pendidikan kewarganegaraan. Kurikulum yang terus berkembang dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat akan mencerminkan perubahan dalam pendekatan dan materi pembelajaran dalam pendidikan pengajaran yang digunakan juga mengalami perubahan, di mana pendidikan kewarganegaraan semakin menekankan pada pembelajaran aktif, diskusi kelompok, simulasi, dan pengalaman langsung yang berhubungan dengan isu-isu Perubahan Pendidikan KewarganegaraanMengapa pendidikan kewarganegaraan selalu mengalami perubahan karena perubahan pendidikan selalu mengikuti perkembangan zaman dan memastikan relevansi dan efektivitas pendidikan terus memperbarui kurikulum dan metode pengajaran, pendidikan kewarganegaraan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang nilai-nilai kewarganegaraan, hak dan kewajiban, demokrasi, partisipasi politik, dan isu-isu global kepada para itu, perubahan pendidikan kewarganegaraan juga bertujuan untuk mengembangkan keterampilan kritis dan sosial siswa. Dalam era informasi yang penuh dengan hoaks dan polarisasi, pendidikan kewarganegaraan perlu memberikan siswa kemampuan untuk menganalisis informasi dengan kritis, berpikir mandiri, dan menghargai keragaman pendidikan kewarganegaraan yang diperbarui, diharapkan siswa dapat menjadi warga negara yang aktif dan berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi, memiliki kemampuan untuk berdialog secara konstruktif, dan mengambil sikap yang bertanggung jawab terhadap isu-isu sosial, lingkungan, dan politik yang dihadapi oleh dalam Perubahan Pendidikan KewarganegaraanMeskipun perubahan pendidikan kewarganegaraan memiliki manfaat yang jelas, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa mengimplementasikan perubahan tersebut juga menghadapi tantangan tersendiri. Salah satu tantangan utama adalah menerima perubahan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari proses pihak mungkin resisten terhadap perubahan dan lebih memilih mempertahankan cara lama karena alasan tradisi atau kenyamanan. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran dan kemauan untuk mengadopsi perubahan demi peningkatan kualitas pendidikan lainnya adalah mendapatkan dukungan dari semua pihak terkait, termasuk guru, siswa, orang tua, serta lembaga pendidikan dan pemerintah. Perubahan pendidikan kewarganegaraan tidak dapat dilakukan secara efektif jika hanya dilakukan oleh sekelompok kecil kerjasama yang kuat antara semua stakeholders untuk merancang dan melaksanakan perubahan yang konsisten dan berkelanjutan. Selain itu, tantangan lainnya adalah menyelaraskan perubahan dalam pendidikan kewarganegaraan dengan nilai-nilai inti yang dijunjung tinggi oleh perubahan diperlukan, namun nilai-nilai seperti kejujuran, toleransi, menghargai perbedaan, dan partisipasi aktif harus tetap menjadi landasan dalam pendidikan kewarganegaraan. Oleh karena itu, perubahan harus dilakukan dengan hati-hati dan mempertimbangkan kepentingan dan nilai-nilai yang diinginkan oleh Perubahan Pendidikan KewarganegaraanPerubahan pendidikan kewarganegaraan membawa manfaat yang signifikan bagi siswa dan masyarakat secara perubahan ini dapat menghasilkan warga negara yang aktif dan berpartisipasi. Dengan pembelajaran yang melibatkan interaksi aktif, siswa didorong untuk berbicara, berdebat, dan berkolaborasi dalam isu-isu ini membangun keterampilan komunikasi dan kepemimpinan yang diperlukan untuk terlibat dalam kehidupan perubahan dalam pendidikan kewarganegaraan juga membantu mengembangkan keterampilan sosial dan kritis. Siswa diajarkan untuk memahami perspektif orang lain, membangun empati, dan berpikir secara kritis tentang masalah-masalah sosial dan politik yang mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dunia nyata dan menjadi agen perubahan yang Perubahan pendididikan kewarganegaraan juga berkontribusi dalam membangun persatuan dan keberagaman dalam masyarakat. Melalui pembelajaran tentang nilai-nilai kewarganegaraan yang inklusif dan penghargaan terhadap perbedaan, siswa dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya keragaman dalam memperkuat kehidupan demokrasi dan membangun harmoni Kasus Perubahan Pendidikan Kewarganegaraan di IndonesiaDi Indonesia, pendidikan kewarganegaraan juga mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman. Sejarah perubahan pendidikan kewarganegaraan di Indonesia mencakup revisi kurikulum, peningkatan pendekatan partisipatif, dan penekanan pada pendidikan karakter yang mengakar pada nilai-nilai Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan kewarganegaraan melalui inisiatif-inisiatif yang melibatkan guru, siswa, dan masyarakat. Beberapa upaya yang dilakukan termasuk pengembangan modul pembelajaran yang interaktif, pelatihan bagi guru dalam mengadopsi pendekatan inovatif, dan peningkatan kolaborasi dengan lembaga-lembaga pendidikan dan organisasi kewarganegaraan selalu mengalami perubahan karena tuntutan masyarakat dan perkembangan zaman. Perubahan tersebut bertujuan untuk memastikan relevansi, efektivitas, dan daya saing pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk warga negara yang bertanggung jawab, aktif, dan memiliki keterampilan sosial dan perubahan ini juga menghadapi tantangan dalam penerimaan, dukungan, dan penyelarasan dengan nilai-nilai inti masyarakat. Dalam konteks Indonesia, perubahan pendidikan kewarganegaraan telah dilakukan melalui revisi kurikulum dan inisiatif yang melibatkan berbagai pihak terkait. Mengapa Pendidikan Kewarganegaraan Selalu Mengalami Perubahan – Pendidikan Kewarganegaraan adalah topik penting yang dihadapi di sekolah sekarang. Ini adalah mata pelajaran yang membantu siswa memahami hak dan tanggung jawab mereka sebagai warga negara dan memungkinkan mereka untuk mengembangkan nilai dan sikap yang bermanfaat bagi masyarakat. Meskipun demikian, Pendidikan Kewarganegaraan selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Mengapa Pendidikan Kewarganegaraan selalu mengalami perubahan? Salah satu alasan utama adalah perubahan dalam situasi politik dan sosial yang terjadi di negara kita. Ketika sebuah negara mengalami perubahan politik, maka mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan juga harus disesuaikan dengannya. Misalnya, setelah kemerdekaan Indonesia, mata pelajaran ini membantu siswa memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara dan memungkinkan mereka untuk mengembangkan nilai dan sikap yang bermanfaat bagi masyarakat. Kemajuan teknologi juga merupakan alasan penting mengapa Pendidikan Kewarganegaraan selalu mengalami perubahan. Teknologi memiliki dampak besar pada cara kita belajar dan mengajar. Sebagai contoh, saat ini lebih mudah untuk mengakses informasi online dan siswa dapat mengakses informasi yang relevan untuk memahami lebih dalam materi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Ini memungkinkan guru untuk mengajarkan materi dengan lebih detail dan memastikan bahwa konsep yang dipelajari siswa dapat disajikan dengan lebih baik. Kemajuan ilmu pengetahuan juga menyebabkan perubahan dalam materi Pendidikan Kewarganegaraan. Dengan semakin banyaknya penelitian di bidang ilmu politik dan sosial, para ahli sekarang dapat menyajikan informasi yang lebih detail dan akurat mengenai topik-topik seperti hak asasi manusia, kesetaraan gender dan kedaulatan rakyat. Dengan begitu, materi Pendidikan Kewarganegaraan yang diajarkan di sekolah dapat disesuaikan dengan penemuan ilmiah terbaru. Selain itu, siswa juga mengharapkan adanya perubahan dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Mereka ingin mempelajari materi yang lebih relevan dengan kehidupan nyata. Oleh karena itu, para guru harus menyesuaikan materi yang diajarkan untuk memastikan bahwa siswa dapat memahami lebih baik tentang topik-topik seperti hak asasi manusia, kesetaraan gender dan kedaulatan rakyat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan selalu mengalami perubahan karena berbagai alasan. Perubahan ini dibutuhkan untuk memastikan bahwa siswa dapat memahami topik-topik dengan lebih baik dan membangun nilai-nilai dan sikap yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, perubahan ini juga dapat menyesuaikan materi dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang terjadi di zaman sekarang. Dengan begitu, Pendidikan Kewarganegaraan dapat membantu siswa untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Daftar Isi 1 Penjelasan Lengkap Mengapa Pendidikan Kewarganegaraan Selalu Mengalami – Mengapa Pendidikan Kewarganegaraan selalu mengalami perubahan? – Perubahan dalam situasi politik dan sosial yang terjadi di negara – Kemajuan teknologi yang memiliki dampak besar pada cara kita belajar dan – Kemajuan ilmu pengetahuan yang menyebabkan perubahan dalam materi Pendidikan – Siswa mengharapkan adanya perubahan dalam Pendidikan – Perubahan dibutuhkan untuk memastikan bahwa siswa dapat memahami topik-topik dengan lebih baik dan membangun nilai-nilai dan sikap yang bermanfaat bagi – Perubahan juga dapat menyesuaikan materi dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang terjadi di zaman sekarang. – Mengapa Pendidikan Kewarganegaraan selalu mengalami perubahan? Pendidikan Kewarganegaraan adalah bidang studi yang berfokus pada pemahaman dan penguasaan nilai-nilai, prinsip-prinsip, dan hakikat kewarganegaraan. Pendidikan Kewarganegaraan selalu mengalami perubahan karena kebutuhan berubah, bersamaan dengan perubahan waktu dan teknologi. Perubahan ini mencerminkan perubahan nilai-nilai dan nilai-nilai yang dihargai di masyarakat. Seiring dengan itu, pendidikan kewarganegaraan harus beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan ini. Pertama, perubahan sosial adalah alasan utama mengapa pendidikan kewarganegaraan selalu mengalami perubahan. Masyarakat terus berubah dan berkembang, meningkatkan standar hidup, dan memunculkan nilai-nilai baru. Pendidikan Kewarganegaraan harus beradaptasi dengan perubahan ini, sehingga para siswa dapat memahami dan menghargai nilai-nilai yang dihargai di masyarakat saat ini. Hal ini sangat penting untuk membantu para siswa membentuk nilai-nilai mereka sendiri dan menjadi anggota yang bertanggung jawab dari masyarakat. Kedua, perubahan teknologi adalah alasan lain mengapa pendidikan kewarganegaraan selalu mengalami perubahan. Teknologi berkembang setiap hari, memungkinkan masyarakat untuk terhubung dengan satu sama lain dan membuka jalan bagi informasi baru. Pendidikan Kewarganegaraan harus mengikuti perubahan teknologi ini dan menyesuaikan diri dengan informasi baru yang tersedia. Hal ini penting untuk membantu para siswa memahami bagaimana teknologi dapat membantu mereka menjadi anggota yang bertanggung jawab dari masyarakat dan membuat keputusan yang bijaksana. Ketiga, perubahan politik adalah alasan lain mengapa pendidikan kewarganegaraan selalu mengalami perubahan. Negara sering mengubah undang-undang dan kebijakan untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat. Pendidikan Kewarganegaraan harus beradaptasi dengan perubahan ini dan mengajarkan kepada para siswa bagaimana cara berinteraksi dengan sistem politik saat ini. Hal ini penting untuk membantu para siswa memahami hak dan tanggung jawab mereka sebagai warga negara dan membuat keputusan yang bertanggung jawab. Keempat, perubahan budaya adalah alasan lain mengapa pendidikan kewarganegaraan selalu mengalami perubahan. Budaya berkembang dengan cepat, dan konsep nilai-nilai dan hakikat kewarganegaraan sering berubah. Pendidikan Kewarganegaraan harus beradaptasi dengan perubahan ini dan mengajarkan nilai-nilai yang dihargai di masyarakat saat ini. Hal ini penting untuk membantu para siswa memahami dan menghargai nilai-nilai yang dihargai di masyarakat saat ini. Kesimpulannya, pendidikan kewarganegaraan selalu mengalami perubahan karena kebutuhan berubah, bersamaan dengan perubahan waktu dan teknologi. Perubahan ini mencerminkan perubahan nilai-nilai dan nilai-nilai yang dihargai di masyarakat. Pendidikan Kewarganegaraan harus beradaptasi dengan perubahan ini dan menyesuaikan diri dengan nilai-nilai baru yang dihargai di masyarakat. Hal ini penting untuk membantu para siswa memahami hak dan tanggung jawab mereka sebagai warga negara dan membuat keputusan yang bijaksana. – Perubahan dalam situasi politik dan sosial yang terjadi di negara kita. Pendidikan Kewarganegaraan PKn merupakan sebuah mata pelajaran yang mengajarkan tentang kewarganegaraan dan keterampilan hidup. Mata pelajaran ini merupakan bagian dari kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Pendidikan Kewarganegaraan selalu mengalami perubahan karena adanya perubahan dalam situasi politik dan sosial yang terjadi di negara kita. Pertama, situasi politik di Indonesia selalu berubah. Hal ini dapat dilihat dari berbagai perubahan yang terjadi dalam sistem politik negara, seperti perubahan dalam sistem pemilihan umum, pemilihan presiden, sistem pemerintahan, dan lain-lain. Hal ini berarti bahwa sistem pendidikan juga harus berubah untuk menyesuaikan perubahan tersebut. Untuk memastikan bahwa siswa berada di jalur yang benar, mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan harus diperbarui untuk memastikan bahwa siswa dapat belajar tentang perubahan politik di Indonesia. Kedua, ada juga perubahan yang terjadi dalam situasi sosial di Indonesia. Perubahan sosial ini meliputi berbagai hal, seperti perubahan dalam struktur keluarga, gaya hidup, dan budaya. Perubahan ini menyebabkan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan harus dimodifikasi agar siswa dapat memahami perubahan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Dengan demikian, mata pelajaran ini akan membantu siswa untuk lebih memahami dan menghargai budaya, gaya hidup, dan nilai-nilai yang ada di sekitar mereka. Ketiga, ada juga perubahan yang terjadi dalam sistem pendidikan di Indonesia. Perubahan ini mencakup berbagai hal, seperti adopsi teknologi baru, kurikulum baru, dan aspek lainnya. Perubahan ini juga memerlukan perubahan dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan agar siswa dapat belajar tentang perubahan-perubahan tersebut. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perubahan dalam situasi politik dan sosial yang terjadi di negara kita merupakan salah satu alasan mengapa Pendidikan Kewarganegaraan selalu mengalami perubahan. Perubahan ini perlu untuk memastikan bahwa siswa dapat memahami situasi politik dan sosial di sekitar mereka serta untuk memastikan bahwa mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tetap relevan dengan perkembangan sistem pendidikan di Indonesia. Dengan demikian, siswa dapat mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab. – Kemajuan teknologi yang memiliki dampak besar pada cara kita belajar dan mengajar. Pendidikan Kewarganegaraan selalu mengalami perubahan karena berbagai faktor, termasuk kemajuan teknologi. Kita tidak dapat mengabaikan dampak yang ditimbulkan oleh teknologi di segala aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Kemajuan teknologi telah membawa banyak kemudahan dan manfaat untuk para siswa dan guru. Dengan teknologi modern, pelajaran dapat disampaikan dengan lebih efektif dan menarik. Penggunaan perangkat keras seperti laptop dan proyektor, serta perangkat lunak seperti pemutar media, aplikasi pembelajaran, dan presentasi multimedia, memungkinkan para guru untuk menyajikan materi dengan cara yang menarik dan menarik bagi para siswa. Hal ini membuat pelajaran lebih mudah dipahami dan diingat. Selain itu, teknologi juga memberikan kesempatan bagi para siswa untuk belajar di luar kelas. Dengan komputer dan internet, siswa dapat mencari informasi berkaitan dengan topik yang sedang mereka pelajari. Ini memberikan kemampuan bagi para siswa untuk belajar di luar jam sekolah dan meningkatkan pengetahuan mereka. Selain itu, teknologi juga memungkinkan para guru untuk mengajukan tes dan evaluasi online. Hal ini membuat para guru dapat dengan mudah mengumpulkan dan menganalisis data tentang kemajuan para siswa. Guru juga dapat dengan mudah membandingkan hasil tes siswa dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Kemajuan teknologi juga telah membantu para pengajar dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang interaktif. Penggunaan komputer dan internet memungkinkan para pengajar untuk mengeksplorasi ide-ide baru dan berkolaborasi dengan para siswa untuk mengembangkan materi pembelajaran secara bersama-sama. Kesimpulannya, kemajuan teknologi telah memberikan dampak besar pada cara kita belajar dan mengajar. Dengan menggunakan teknologi baru, kita dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang interaktif, meningkatkan hasil pembelajaran, dan memberikan kemampuan bagi para siswa untuk belajar di luar jam sekolah. Dengan demikian, teknologi telah membantu mengubah Pendidikan Kewarganegaraan dan memberikan manfaat yang luar biasa bagi para siswa dan pengajar. – Kemajuan ilmu pengetahuan yang menyebabkan perubahan dalam materi Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan Kewarganegaraan adalah proses yang mengajarkan nilai-nilai dan norma yang menciptakan kedewasaan yang cerdas dan bertanggung jawab. Karena itu, pengajaran dan materi pendidikan kewarganegaraan selalu berubah karena kemajuan ilmu pengetahuan. Kemajuan ilmu pengetahuan telah mengubah cara pandang kita tentang dunia. Kita memiliki lebih banyak informasi tentang lingkungan, sosial, politik, dan ekonomi. Dengan informasi ini, kita dapat memahami lebih baik pentingnya kewarganegaraan dan hak-hak yang melekat padanya. Oleh karena itu, materi pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan harus menyesuaikan diri dengan situasi saat ini. Kemajuan teknologi juga telah mempengaruhi perubahan materi Pendidikan Kewarganegaraan. Teknologi telah memungkinkan komunikasi yang lebih mudah dan cepat, yang membuat informasi menjadi lebih mudah diakses. Ini telah meningkatkan kesadaran tentang kewarganegaraan dan hak-hak yang melekat padanya. Dengan informasi yang lebih mudah diakses, siswa dapat memahami lebih baik pentingnya kewarganegaraan dan hak-hak yang melekat padanya. Globalisasi juga telah berperan dalam perubahan materi Pendidikan Kewarganegaraan. Globalisasi telah memperluas jangkauan komunikasi dan budaya, yang memungkinkan orang dari seluruh dunia untuk berkolaborasi dan berbagi informasi. Dengan informasi yang lebih diakses dan mudah diakses, para siswa dapat memahami lebih baik pentingnya hak-hak yang melekat padanya. Selain itu, perubahan sosial juga telah mempengaruhi materi Pendidikan Kewarganegaraan. Perubahan sosial yang terjadi di seluruh dunia telah meningkatkan kesadaran terhadap isu-isu seperti hak asasi manusia, perlindungan lingkungan, dan perlindungan minoritas. Dengan informasi yang lebih mudah diakses, para siswa dapat memahami pentingnya hak-hak yang melekat padanya. Perubahan yang terjadi di dunia ini telah mempengaruhi materi Pendidikan Kewarganegaraan. Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan globalisasi telah membuat informasi lebih mudah diakses dan siswa dapat memahami lebih baik pentingnya hak-hak yang melekat padanya. Perubahan sosial juga telah meningkatkan kesadaran tentang isu-isu seperti hak asasi manusia, perlindungan lingkungan, dan perlindungan minoritas. Dengan demikian, materi Pendidikan Kewarganegaraan selalu berubah untuk menyesuaikan diri dengan situasi saat ini. – Siswa mengharapkan adanya perubahan dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan Kewarganegaraan adalah suatu proses pendidikan yang bertujuan untuk menciptakan warga negara yang bertanggung jawab dan menghormati hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara. Pendidikan Kewarganegaraan menyediakan siswa dengan pengetahuan dan pemahaman yang diperlukan untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Meskipun Pendidikan Kewarganegaraan merupakan pendidikan yang penting, namun ia selalu mengalami perubahan. Perubahan ini disebabkan oleh beberapa alasan, salah satunya adalah bahwa siswa mengharapkan adanya perubahan dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Siswa mengharapkan adanya perubahan dalam Pendidikan Kewarganegaraan karena mereka ingin materi yang lebih relevan dengan kehidupan mereka. Mereka juga mengharapkan pendidikan yang lebih interaktif dan menarik, sehingga mereka dapat memahami materi dengan lebih baik. Mereka juga menginginkan materi yang lebih lengkap dan up-to-date. Selain itu, siswa juga mengharapkan adanya perubahan dalam Pendidikan Kewarganegaraan karena materi yang diajarkan saat ini mungkin tidak dapat membantu siswa dalam menangani masalah kewarganegaraan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Mereka menginginkan pendidikan yang lebih komprehensif dan berfokus pada prinsip-prinsip demokrasi dan hak-hak asasi manusia. Siswa juga mengharapkan adanya perubahan dalam Pendidikan Kewarganegaraan karena mereka ingin materi yang lebih mempromosikan rasa toleransi dan kerjasama, dan yang dapat membantu mereka mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Mereka juga ingin materi yang lebih menekankan pada pentingnya berpartisipasi dalam proses politik dan kewarganegaraan. Perubahan dalam Pendidikan Kewarganegaraan juga diperlukan untuk memastikan bahwa siswa memiliki keterampilan untuk berpartisipasi aktif dalam proses politik dan kewarganegaraan. Dengan materi yang diperbarui dan relevan, siswa akan lebih siap untuk memahami dan berpartisipasi dalam politik dan kewarganegaraan. Kesimpulannya, siswa adalah salah satu alasan utama mengapa Pendidikan Kewarganegaraan selalu mengalami perubahan. Dengan materi yang lebih relevan, interaktif, dan komprehensif, siswa dapat memahami materi dengan lebih baik, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan mempersiapkan diri untuk berpartisipasi dalam politik dan kewarganegaraan. – Perubahan dibutuhkan untuk memastikan bahwa siswa dapat memahami topik-topik dengan lebih baik dan membangun nilai-nilai dan sikap yang bermanfaat bagi masyarakat. Pendidikan Kewarganegaraan merupakan topik yang penting untuk diajarkan kepada siswa di sekolah untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang hak asasi dan tanggung jawab mereka sebagai warga negara. Selain itu, topik ini juga membawa nilai-nilai yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti toleransi, kesetaraan, keadilan, dan perdamaian. Karena itu, penting bagi para pendidik untuk memastikan bahwa siswa memahami topik-topik ini dengan lebih baik dan membangun nilai-nilai dan sikap yang bermanfaat bagi masyarakat. Untuk memastikan bahwa siswa benar-benar memahami topik-topik ini dan membangun nilai-nilai yang bermanfaat bagi masyarakat, perubahan dalam Pendidikan Kewarganegaraan selalu menjadi suatu keharusan. Salah satu alasan mengapa perubahan diperlukan adalah karena lingkungan yang berubah. Dengan perubahan lingkungan, topik-topik yang diajarkan harus disesuaikan dengan perubahan ini. Misalnya, ketika kondisi ekonomi berubah, isu-isu seperti ketenagakerjaan, hak asasi dan keadilan sosial harus diperbarui. Selain itu, dengan perubahan lingkungan, konteks Pendidikan Kewarganegaraan juga berubah. Untuk memastikan bahwa siswa benar-benar memahami topik-topik ini, para pendidik harus memastikan bahwa topik-topik tersebut disajikan dalam konteks yang tepat dan bermanfaat. Konten yang tepat dapat membantu siswa memahami topik-topik tersebut dengan lebih baik dan membangun nilai-nilai yang bermanfaat bagi masyarakat. Perubahan juga diperlukan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang topik-topik yang diajarkan. Dalam beberapa kasus, para siswa mungkin tidak menyadari isu-isu tertentu yang disebutkan dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Dengan memperbarui materi dan menambahkan topik-topik baru, para pendidik dapat membantu siswa memahami dan menghargai isu-isu tersebut. Selain itu, perubahan juga diperlukan untuk memastikan bahwa siswa mendapatkan informasi yang akurat tentang topik-topik yang diajarkan. Para pendidik harus memastikan bahwa materi yang diajarkan tetap relevan dengan kondisi saat ini. Dengan mengikuti perkembangan lingkungan, para pendidik dapat memastikan bahwa siswa mendapatkan informasi yang akurat tentang topik-topik yang diajarkan. Kesimpulannya, perubahan dalam Pendidikan Kewarganegaraan selalu diperlukan untuk memastikan bahwa siswa dapat memahami topik-topik dengan lebih baik dan membangun nilai-nilai dan sikap yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan memperbarui materi dan menambahkan topik-topik baru, para pendidik dapat membantu siswa memahami isu-isu yang diajarkan dan mendapatkan informasi yang akurat tentang topik-topik tersebut. Dengan demikian, para pendidik dapat memastikan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan tetap relevan dan bermanfaat bagi siswa dan masyarakat. – Perubahan juga dapat menyesuaikan materi dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang terjadi di zaman sekarang. Pendidikan Kewarganegaraan adalah salah satu dari cabang pendidikan yang memberikan wawasan tentang apa yang terjadi di dunia dan bagaimana kita dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Pendidikan Kewarganegaraan juga mencakup berbagai topik seperti hukum, politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang semuanya berpengaruh pada kehidupan kita sehari-hari. Karena dunia mengalami perubahan yang sangat cepat, Pendidikan Kewarganegaraan juga selalu mengalami perubahan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia. Penyesuaian ini diperlukan agar generasi muda dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan situasi yang ada. Perubahan ini juga dapat menyesuaikan materi dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang terjadi di zaman sekarang. Perubahan teknologi dan ilmu pengetahuan yang terjadi di zaman sekarang merupakan faktor utama yang membuat Pendidikan Kewarganegaraan selalu mengalami perubahan. Dengan perkembangan teknologi, orang-orang kini dapat mengakses informasi dengan lebih cepat dan mudah. Selain itu, teknologi juga telah membuat orang-orang lebih terhubung satu sama lain. Hal ini telah menciptakan berbagai perubahan sosial dan politik yang membuat Pendidikan Kewarganegaraan menjadi lebih penting. Perubahan lain yang mempengaruhi Pendidikan Kewarganegaraan adalah perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan, orang-orang dapat memahami berbagai fenomena yang terjadi di sekitar mereka dengan lebih baik. Hal ini memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang lebih bijaksana tentang masalah politik dan sosial, yang berdampak pada Pendidikan Kewarganegaraan. Perubahan sosial dan politik juga berpengaruh terhadap Pendidikan Kewarganegaraan. Dengan berbagai perubahan sosial dan politik yang terjadi di dunia, orang-orang kini memiliki perspektif yang berbeda tentang berbagai isu, seperti politik, ekonomi, dan budaya. Hal ini membuat Pendidikan Kewarganegaraan perlu disesuaikan dengan perubahan ini. Dengan demikian, Pendidikan Kewarganegaraan selalu mengalami perubahan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia. Perubahan ini dapat menyesuaikan materi dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang terjadi di zaman sekarang. Selain itu, perubahan sosial dan politik juga berpengaruh terhadap Pendidikan Kewarganegaraan. Dengan demikian, pendidikan Kewarganegaraan dapat membantu generasi muda memahami dan menyesuaikan diri dengan situasi yang ada. diskusikan, lalu sajikan di kelas. Sebagaimana telah diuraikan di atas, bahwa secara historis, PKn di Indonesia senantiasa mengalami perubahan baik istilah maupun substansi sesuai dengan perkembangan peraturan perundangan, iptek, perubahan masyarakat, dan tantangan global. Secara sosiologis, PKn Indonesia sudah sewajarnya mengalami perubahan mengikuti perubahan yang terjadi di masyarakat. Secara politis, PKn Indonesia akan terus mengalami perubahan sejalan dengan perubahan sistem ketatanegaraan dan pemerintahan, terutama perubahan konstitusi. D. Membangun Argumen tentang Dinamika dan Tantangan Pendidikan Kewarganegaraan Suatu kenyataan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan PKn telah mengalami beberapa kali perubahan, baik tujuan, orientasi, substansi materi, metode pembelajaran bahkan sistem evaluasi. Semua perubahan tersebut dapat teridentifikasi dari dokumen kurikulum yang pernah berlaku di Indonesia sejak proklamasi kemerdekaan hingga saat ini. Mengapa pendidikan kewarganegaraan selalu mengalami perubahan? Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda dapat mengkaji sejumlah kebijakan Pemerintah dalam bidang pendidikan dan kurikulum satuan pendidikan sekolah dan pendidikan tinggi. Dengan membaca dan mengkaji produk kebijakan pemerintah, dapat diketahui bahwa dinamika dan tantangan yang dihadapi Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia sangat tinggi. Apa dinamika dan tantangan yang pernah dihadapi oleh PKn Indonesia dari masa ke masa? Untuk mengerti dinamika dan tantangan PKn di Indonesia, Anda dianjurkan untuk mengkaji periodisasi perjalanan sejarah tentang praktik kenegaraan/pemerintahan Republik Indonesia RI sejak periode Negara Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 sebagai “Pendidikan Moral Pancasila PMP secara konstitusional mulai dikenal dengan adanya TAP MPR No. lV/MPR/1973 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara dan Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila P4. Dengan adanya Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Paneasila P4, maka materi PMP didasarkan pada isi P4 tersebut. Oleh karena itu, TAP MPR No. II/ MPR/1978 merupakan penuntun dan pegangan hidup bagi sikap dan tingkah laku setiap manusia Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat serta bernegara. Selanjutnya TAP MPR No. II/MPR?1978 dijadikanlah sumber, tempat berpijak, isi, dan evaluasi PMP. Dengan demikian, hakikat PMP tiada lain adalah pelaksanaan P4 melalui jalur pendidikan formal. Di samping pelaksanaan PMP di sekolah-sekolah, di dalam masyarakat umum giat diadakan usaha pemasyarakatan P4 lewat berbagai penataran. “... dalam rangka menyesuaikan Kurikulum 1975 dengan P4 dan GBHN 1978, ... mengusahakan adanya buku pegangan bagi murid dan guru Sekolah Dasar SD, Sekolah Menengah Pertama SMP dan Sekolah Menengah Atas SMA ... usaha itu yang telah menghasilkan Buku Paket PMP...." Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa l P4 merupakan sumber dan tempat berpijak, baik isi maupun cara evaluasi mata pelajaran PMP melalui pembakuan kurikulum 1975; 2 melalui Buku Paket PMP untuk semua jenjang pendidikan di sekolah maka Buku Pedoman Pendidikan Kewargaan Negara yang berjudul Manusia dan Masyarakat Baru lndonesia Civics dinyatakan tidak berlaku lagi; dan 3 bahwa P4 tidak hanya diberlakukan untuk sekolah-sekolah tetapi juga untuk masyarakat pada umumnya melalui berbagai penataran P4. Sesuai dengan perkembangan iptek dan tuntutan serta kebutuhan masyarakat, kurikulum sekolah mengalami perubahan menjadi Kurikulum 1994. Selanjutnya nama mata pelajaran PMP pun mengalami perubahan menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan PPKn yang terutama didasarkan pada ketentuan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada ayat 2 undang-undang tersebut dikemukakan bahwa isi kurikulum setiap jenis, jalur, dan jenjang pendidikan wajib memuat 1 Pendidikan Pancasila; 2 Pendidikan Agama; dan 3 Pendidikan Kewarganegaraan. Pasca Orde Baru sampai saat ini, nama mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan kembali mengalami perubahan. Perubahan tersebut dapat diidentifikasi dari dokumen mata pelajaran PKn 2006 menjadi mata pelajaran PPKn 2013. Untuk lebih mendalami keduanya, buatlah perbandingan dua dokumen kurikulum tersebut. Tugas Anda adalah membandingkan dua dokumen kurikulum 2006 dan 2013 dengan mengidentifikasi dan mengungkapkan apakah persamaan dan perbedaan yang ada dalam dua dokumen kurikulum tersebut. Susunlah terlebih dahulu topik-topik atau unsur-unsur yang sama dan berbeda dalam dua dokumen kurikulum 2006 dan 2013 kemudian masukkan ke dalam tabel. Apa simpulan Anda tentang sumber historis, sosiologis, dan politis Pendidikan Kewarganegaraan? Susunlah simpulan yang telah Ada diskusikan, lalu sajikan di kelas. Sebagaimana telah diuraikan di atas, bahwa secara historis, PKn di Indonesia senantiasa mengalami perubahan baik istilah maupun substansi sesuai dengan perkembangan peraturan perundangan, iptek, perubahan masyarakat, dan tantangan global. Secara sosiologis, PKn Indonesia sudah sewajarnya mengalami perubahan mengikuti perubahan yang terjadi di masyarakat. Secara politis, PKn Indonesia akan terus mengalami perubahan sejalan dengan perubahan sistem ketatanegaraan dan pemerintahan, terutama perubahan konstitusi. D. Membangun Argumen tentang Dinamika dan Tantangan Pendidikan Kewarganegaraan Suatu kenyataan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan PKn telah mengalami beberapa kali perubahan, baik tujuan, orientasi, substansi materi, metode pembelajaran bahkan sistem evaluasi. Semua perubahan tersebut dapat teridentifikasi dari dokumen kurikulum yang pernah berlaku di Indonesia sejak proklamasi kemerdekaan hingga saat ini. Mengapa pendidikan kewarganegaraan selalu mengalami perubahan? Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda dapat mengkaji sejumlah kebijakan Pemerintah dalam bidang pendidikan dan kurikulum satuan pendidikan sekolah dan pendidikan tinggi. Dengan membaca dan mengkaji produk kebijakan pemerintah, dapat diketahui bahwa dinamika dan tantangan yang dihadapi Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia sangat tinggi. Apa dinamika dan tantangan yang pernah dihadapi oleh PKn Indonesia dari masa ke masa? Untuk mengerti dinamika dan tantangan PKn di Indonesia, Anda dianjurkan untuk mengkaji periodisasi perjalanan sejarah tentang praktik kenegaraan/pemerintahan Republik Indonesia RI sejak periode Negara Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 sebagai negara merdeka sampai dengan periode saat ini yang dikenal Indonesia era reformasi. Mengapa dinamika dan tantangan PKn sangat erat dengan perjalanan sejarah praktik kenegaraan/pemerintahan RI? Inilah ciri khas PKn sebagai mata kuliah dibandingkan dengan mata kuliah lain. Ontologi PKn adalah sikap dan perilaku warga negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Status warga negara dapat meliputi penduduk yang berkedudukan sebagai pejabat negara sampai dengan rakyat biasa. Tentu peran dan fungsi warga negara berbeda-beda, sehingga sikap dan perilaku mereka sangat dinamis. Oleh karena itu, mata kuliah PKn harus selalu menyesuaikan/sejalan dengan dinamika dan tantangan sikap serta perilaku warga negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Gambar Apa kontribusi PKn terhadap dinamika dan tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti masalah perpajakan di atas? Sumber Apa saja dinamika perubahan dalam sistem ketatanegaraan dan pemerintahan yang telah mempengaruhi PKn? Untuk mengerti dinamika perubahan dalam sistem ketatanegaraan dan pemerintahan serta tantangan kehidupan yang telah mempengaruhi PKn di Indonesia, Anda dianjurkan untuk mengkaji perkembangan praktik ketatanegaraan dan sistem pemerintahan RI menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, yakni 1 Periode I 1945 1949; 2 Periode II 1949 1950; 3 Periode III 1950 1959; 4 Periode IV 1959 1966; 5 Periode V 1966 1998; 6 Periode VI 1998 sekarang. Mengapa dinamika dan tantangan PKn mengikuti periodisasi pelaksanaan UUD konstitusi? Aristoteles 1995 mengemukakan bahwa secara konstitusional “...different constitutions require different types of good citizen... because there are different sorts of civic function.” Apakah simpulan Anda setelah mengkaji pernyataan Aristoteles tersebut? Mari kita samakan dengan argumen berikut ini. Secara implisit, setiap konstitusi mensyaratkan kriteria warga negara yang baik karena setiap konstitusi memiliki ketentuan tentang warga negara. Artinya, konstitusi yang berbeda akan menentukan profil warga negara yang berbeda. Hal ini akan berdampak pada model pendidikan kewarganegaraan yang tentunya perlu disesuaikan dengan konstitusi yang berlaku. Guna membentuk warga negara yang baik, pendidikan kewarganegaraan di Amerika Serikat AS membelajarkan warga mudanya tentang sistem presidensiil, mekanisme check and balances, prinsip federalisme, dan nilai-nilai individual. Bentuklah kelompok kecil untuk mendiskusikan, apakah PKn di Indonesia juga perlu membelajarkan hal tersebut kepada warganya? Kemukakan alasanmu. Presentasikan hasil diskusi kelompok. Pendidikan kewarganegaraan tidak hanya didasarkan pada konstitusi negara yang bersangkutan, tetapi juga tergantung pada tuntutan perkembangan zaman dan masa depan. Misalnya, kecenderungan masa depan bangsa meliputi isu tentang HAM, pelaksanaan demokrasi, dan lingkungan hidup. Sebagai warga negara muda, mahasiswa perlu memahami, memiliki kesadaran dan partisipatif terhadap gejala demikian. Apa saja dinamika perubahan dalam kehidupan masyarakat baik berupa tuntutan maupun kebutuhan? Pendidikan Kewarganegaraan yang berlaku di suatu negara perlu memperhatikan kondisi masyarakat. Walaupun tuntutan dan kebutuhan masyarakat telah diakomodasi melalui peraturan perundangan, namun perkembangan masyarakat akan bergerak dan berubah lebih cepat. Dapatkah Anda kemukakan contoh perubahan masyarakat yang terkait dengan masalah kewarganegaraan? Coba Anda kemukakan sejumlah kasus dan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari. Untuk melaksanakan tugas, Anda dapat bekerja dalam kelompok diskusi. Susunlah hasil diskusi dengan mengelompokkan peristiwa/kasus hukum dan politik dalam bentuk tabel. Kemudian presentasikan hasil kerja kelompok tersebut untuk mendapat tanggapan atau komentar dari teman mahasiswa lain. negara merdeka sampai dengan periode saat ini yang dikenal Indonesia era reformasi. Mengapa dinamika dan tantangan PKn sangat erat dengan perjalanan sejarah praktik kenegaraan/pemerintahan RI? Inilah ciri khas PKn sebagai mata kuliah dibandingkan dengan mata kuliah lain. Ontologi PKn adalah sikap dan perilaku warga negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Status warga negara dapat meliputi penduduk yang berkedudukan sebagai pejabat negara sampai dengan rakyat biasa. Tentu peran dan fungsi warga negara berbeda-beda, sehingga sikap dan perilaku mereka sangat dinamis. Oleh karena itu, mata kuliah PKn harus selalu menyesuaikan/sejalan dengan dinamika dan tantangan sikap serta perilaku warga negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Gambar Apa kontribusi PKn terhadap dinamika dan tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti masalah perpajakan di atas? Sumber Apa saja dinamika perubahan dalam sistem ketatanegaraan dan pemerintahan yang telah mempengaruhi PKn? Untuk mengerti dinamika perubahan dalam sistem ketatanegaraan dan pemerintahan serta tantangan kehidupan yang telah mempengaruhi PKn di Indonesia, Anda dianjurkan untuk mengkaji perkembangan praktik ketatanegaraan dan sistem pemerintahan RI menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, yakni 1 Periode I 1945 1949; 2 Periode II 1949 1950; 3 Periode III 1950 1959; 4 Periode IV 1959 1966; 5 Periode V 1966 1998; 6 Periode VI 1998 sekarang. Mengapa dinamika dan tantangan PKn mengikuti periodisasi pelaksanaan UUD konstitusi? Aristoteles 1995 mengemukakan bahwa secara konstitusional “...different constitutions require different types of good citizen... because there are different sorts of civic function.” Apakah simpulan Anda setelah mengkaji pernyataan Aristoteles tersebut? Mari kita samakan dengan argumen berikut ini. Secara implisit, setiap konstitusi mensyaratkan kriteria warga negara yang baik karena setiap konstitusi memiliki ketentuan tentang warga negara. Artinya, konstitusi yang berbeda akan menentukan profil warga negara yang berbeda. Hal ini akan berdampak pada model pendidikan kewarganegaraan yang tentunya perlu disesuaikan dengan konstitusi yang berlaku. Guna membentuk warga negara yang baik, pendidikan kewarganegaraan di Amerika Serikat AS membelajarkan warga mudanya tentang sistem presidensiil, mekanisme check and balances, prinsip federalisme, dan nilai-nilai individual. Bentuklah kelompok kecil untuk mendiskusikan, apakah PKn di Indonesia juga perlu membelajarkan hal tersebut kepada warganya? Kemukakan alasanmu. Presentasikan hasil diskusi kelompok. Pendidikan kewarganegaraan tidak hanya didasarkan pada konstitusi negara yang bersangkutan, tetapi juga tergantung pada tuntutan perkembangan zaman dan masa depan. Misalnya, kecenderungan masa depan bangsa meliputi isu tentang HAM, pelaksanaan demokrasi, dan lingkungan hidup. Sebagai warga negara muda, mahasiswa perlu memahami, memiliki kesadaran dan partisipatif terhadap gejala demikian. Apa saja dinamika perubahan dalam kehidupan masyarakat baik berupa tuntutan maupun kebutuhan? Pendidikan Kewarganegaraan yang berlaku di suatu negara perlu memperhatikan kondisi masyarakat. Walaupun tuntutan dan kebutuhan masyarakat telah diakomodasi melalui peraturan perundangan, namun perkembangan masyarakat akan bergerak dan berubah lebih cepat. Dapatkah Anda kemukakan contoh perubahan masyarakat yang terkait dengan masalah kewarganegaraan? Coba Anda kemukakan sejumlah kasus dan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari. Untuk melaksanakan tugas, Anda dapat bekerja dalam kelompok diskusi. Susunlah hasil diskusi dengan mengelompokkan peristiwa/kasus hukum dan politik dalam bentuk tabel. Kemudian presentasikan hasil kerja kelompok tersebut untuk mendapat tanggapan atau komentar dari teman mahasiswa lain. Apakah contoh peristiwa yang Anda kemukakan merupakan tantangan bagi PKn dan perlu diakomodasi oleh PKn? Kemukakan pendapat Anda. Apa saja dinamika perubahan dalam perkembangan IPTEK yang mempengaruhi PKn? Era globalisasi yang ditandai oleh perkembangan yang begitu cepat dalam bidang teknologi informasi mengakibatkan perubahan dalam semua tatanan kehidupan termasuk perilaku warga negara, utamanya peserta didik. Kecenderungan perilaku warga negara ada dua, yakni perilaku positif dan negatif. PKn perlu mendorong warga negara agar mampu memanfaatkan pengaruh positif perkembangan iptek untuk membangun negara-bangsa. Sebaliknya PKn perlu melakukan intervensi terhadap perilaku negatif warga negara yang cenderung negatif. Oleh karena itu, kurikulum PKn termasuk materi, metode, dan sistem evaluasinya harus selalu disesuaikan dengan perkembangan IPTEK. E. Mendeskripsikan Esensi dan Urgensi Pendidikan

mengapa pendidikan kewarganegaraan selalu mengalami perubahan